Right Place Real Coffee
Now Open Near You, Right Place With a Real Coffee! Let's join with us:)
-Dimsum
-Cappucino
-Expresso
-Hot Chocolate
-Etc.
Every day open on 08.00 pm until 11.00 pm
In Jl. Kalasan No.25 i
Phone : +62 31 3141 5277
+62 822 3110 1948
Thanks ;)
Sharita Artana Neri
All about what i want to write.
Sunday, December 8, 2013
Saturday, November 9, 2013
Kasih Seorang Ayah
Di siang yang panas dan cerah, dari sanalah
peristiwa ini berawal.
Seseorang
keluarga yang terdiri dari ibu,ayah, dan anak sedang menempati rumah barunya.
“Ahh.. indahnya rumah baru kita..” Clara,seorang anak yang masih berusia 6
tahun itu sangat gembira mempunyai rumah baru, karena rumah lama nya dekat
dengan sungai. Itu membuat Clara sedikit ketakutan. Suatu hari,mereka hendak
berlibur ke luar kota. Didalam mobil Clara menyanyi karena kegirangan. Ditengah
perjalanan, sebuah mobil menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan mobil Clara
hancur. Mereka terpaksa harus mementingkan keadaan dirinya sendiri. Ayah Clara
tidak apa-apa. Clara sendiri kehilangan salah satu matanya. Sementara Ibu Clara
telah meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan. Ia tertumpuk kursi
mobilnya dan mobil yang menabraknya. Ayah Clara prihatin dengan Clara, terutama
istrinya. Secepat mungkin Ayah Clara membawa istri dan anakna ke rumah sakit
terdekat. Ia tak mempedulikan kondisi mobilnya yang telah hancur. Satu jam
kemudian, Istrinya telah ditutupi kain kafan dan dibawa ke ruang jenazah. Ayah
Clara mengikhlaskan semua itu. Ia yakin, bahwa Tuhan punya rencana yang lebih
baik darinya. Disisi lain, keadaan Clara tak berubah. Keadaannya masih
terbaring lemas ditempat tidur. Masih belum ada satu orang pun yang ikhlas
mendonorkan salah satu matanya untuk Clara. Menyadari hal itu, ayah tercintanya
dengan berani bertemu dengan dokter. “Dokter, ijinkanlah aku untuk memberi
salah satu mataku untuk buah hatiku ini dokter. Hanya dialah yang kupunya
sekarang.” Akhirnya, dokter pun mengijinkan. Operasi pengambilan mata berjalan
lancar. Kini, ayah Clara hanya mempunyai satu mata, sedangkan Clara tercinta
mempunyai dua mata. Ayah Clara mulai membuka matanya. “Dokter, bagaimana keadaan
anakku, Clara?Apakah putriku sudah sadar? Bagaimana perasaan nya sekarang?”
Ayah Clara terus menanyakan keadaan putrinya. Namun dokter tidak menghiraukan
pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akhirnya, dengan keadaan yang baru enakan, ayah
Clara membawa botol infusnya dan mencari Clara. Ayah Clara mencari-cari anaknya
di lantai dua, namun tidak ditemukan juga sosok anak perempuan yang rambutnya
dikuncir dua itu. Ia pun mencari ke lantai tiga. Dengan bantuan suster, ia
ditunjukkan kamar anak tercintanya tersebut. Kamar Clara ditemukan. Clara
terlihat pucat dan sayu. Ia masih trauma dengan peristiwa kecelakaan yang
menimpanya kemarin. Hati ayah Clara sudah lega karena mendapati anaknya yang
sudah mulai sadar. “Ayah, aku dengar, waktu aku kecelakaan mataku hilang satu
ya, Yah? Kenapa sekarang mataku lengkap Yah? Hehe.. Memangnya siapa yang
melengkapi mataku? Ohya, ibu mana Yah? Kok tidak bersama ayah? Ayah terngkar
dengan ibu?” Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Clara.
Ayahnya tidak kuat menjawab. Ia hanya mengeluarkan air mata. Beberapa hari
kemudian, Clara diperbolehkan pulang. Iakembali sekolah dan bermain dengan
ceria, meski ibunya telah tiada. Namun, Clara agak malu dengan kondisi ayahnya
yang buta sebelah. Seringkali ia diejek
teman-temannya karena ayahnya tak bisa melihat sempurna. Hari demi hari, Tahun
demi tahun Clara telah menjadi remaja yang cantik. Sekarang ia duduk di kelas
tiga SMP. Seperti biasa, ejekan “Papi Clara Buta” selalu terdengar di
telinganya. Clara sangat malu. Tidak ada satu pun temannya yang iba akan dia.
Lama-lama Clara mulai bosan dengan hidupnya. Suatu hari, Clara berencana untuk
bunuh diri dengan menggoreskan pisau di pergelangan tangannya. Ayahnya sedang
membersihkan rumah. Perasaan ayahnya mulai tidak enak. Ia segera naik ke atas
dan ke balkon rumah. Ia mendapati Clara pingsan. Tak berpikir panjang, si Ayah
langsung membawa Clara ke rumah sakit, dimana ia dirawat dulu. Selang beberapa
jam, dokter keluar dari kamar Clara. “Pak, anak bapak kekurangan darah. Luka di
pergelangan tanganya hanya berjarak dua senti dari urat nadi. Untung Clara
hanya kekurangan darah.” Ayah Clara termenung. Membayankan betapa sadisnya
Clara pada dirinya. Ia belum tahu semua pengorbanan ayahnya. Terkadang, Clara
membanting kursi-kursi dimeja makan, memberantakkan kamar ayahnya, dan menyobek
baju ayahnya. “Maaf pak, jangan melamun. Pikirkan siapa yang akan mendonorkan
darah untuk anak bapak. Jangan diam saja.” Peringat dokter. “I..Iiyaaa.. Pak..
Saya yang mendonorkan.” Ayah Clara dibawa kesuatu ruangan. Kebetulan golongan
darah Clara dan ayahnya sama, yaitu O. Beberapa hari kemudian, Clara mulai
mebuka matanya perlahan. Yang pertama kali ia lihat ialah wajah ayahnya.
Ayahnya terbaring di tempat tidur yang berada di sebelah kanan Clara. Ia heran,
mengapa ia dan ayahnya berada dirumah sakit. “Suster, mengapa ayahku di
sebelahku? Seingatku, aku yang membuat luka dipergelangan tanganku. Mengapa
ayahku ikut-ikut? Membosankan sekali. Aku sangat bosan melihat wajah ayahku
yang matanya tidak lengkap. Sekarang,ia di sebelahku. Usir saja ayahku dari
ruangan ini.” Tanya Clara sedikit marah. “Nak, perlu kamu tahu, dirumah sakit
inilah ayahmu bisa buta. Waktu kamu kamu kecelakaan,ibumu meninggal,Kamu
kehilangan salah satu matamu. Sedangkan ayahmu tidak apa-apa. Maka dari itu, ia
mendonorkan satu matanya untukmu, karena hanya kamulah yang ia punya sampai
sekarang. Ia selalu menuruti perintah dan kemauanmu, meski ia tak punya cukup
uang. Ia selalu memasakkan kamu, mencuci dan menyetrika baju-bajumu,
,membelikan keperluan-keperluanmu dari ujung rambut hingga ujung kaki,
membangunkanmu waktu pagi meski kamu sudah remaja, membersihkan rumah,
mengantar dan menjemputmu ke sekolah. Kini ia lagi yang mendonorkan darahnya
untukmu agar kamu tak kekurangan darah waku kamu menggoreskan pisau ke
pergelangan tanganmu.” Suster menjelaskan. Kini, Clara tahu siapa yang
mendonorkan mata dan darah untuknya. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan
Clara pada ayahnya sewaktu Clara masih kecil terjawab sudah. Clara tak
henti-hentinya menangis. Ia langsung memeluk dan mencium ayahnya, lalu
membisikkan kata-kata, “Ayah, aku cinta Ayah. Aku hanya iblis di hati ayah yang
hanya menjadikan Ayahku sendiri pembantuku. Maafkan perbuatan Clara Yah.” Sejak
itu Clara tahu, bahwa kasih orangtua tidak ada batasnya. Clara berjanji akan
selalu menyayangi ayahnya hingga ajal tiba.
Tuesday, November 5, 2013
All About Dream Waver Bakery
Come on my stand guys !
Dream Waver Bakery :-)
Day,Date : Saturday,9 November 2013 at 08.00-12.00 a.m
Place : Mater Amabilis School (Teratai 2B Surabaya)
Kita menjual berbagai jajanan basah,minuman segar,dan berbagai pudding .
Dijamin murah,enak, &bikin ketagihan
Ga nyesel deh !!
With love,
Dream Waver Bakery
Dream Waver Bakery :-)
Day,Date : Saturday,9 November 2013 at 08.00-12.00 a.m
Place : Mater Amabilis School (Teratai 2B Surabaya)
Kita menjual berbagai jajanan basah,minuman segar,dan berbagai pudding .
Dijamin murah,enak, &bikin ketagihan
Ga nyesel deh !!
With love,
Dream Waver Bakery
Thursday, May 9, 2013
My Life Story (fiksi) BAGIAN 1
My first story :D ini murniii dari otakku :D hope you like it yaaa...thanks for read ;)
Di sebuah Rumah Sakit Adalyn di Prancis,lahir seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan manis. Ibunya yang melahirkannya pun menangis terharu karena ia masih selamat dan anaknya kelihatan sehat. Sebut saja ibu Denise.Ibu Denise yang sedang memikirkan nama yang bagus untuk anaknya, tiba-tiba seorang suster datang menanyakannya , "maîtresse désolé, bébé de mère semble malaise.." yang artinya 'maaf nyonya,kelihatannya bayi ibu tidak sehat'. Ibu Denise pun terkejut dan menanyakan kembali ke suster nya,"vous mentez! rien malsaine avec mon fils?" yang artinya 'bohong kamu!apa yang tidak sehat dengan anakku?' suster yang takut dengan Ibu Denise pun memberikan bayi Ibu Denise sehabis dimandikan. Ibu Denise menyelidiki dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ternyata benar. Kaki bayi mungil itu kecil sebelah kiri. Ibu Denise menangis menjerit-jerit. Pak Cort, suami Ibu Denise sudah meninggal 3 bulan yang lalu. Seorang suster yang berbeda datang kekamarnya dan menenangkannya. "Calmez-vous, maman. nous nous efforçons tous de guérir votre fils. Tout cela doit être sa propre sagesse.." (Tenang,ibu. kami semua berusaha untuk menyembuhkan anak ibu. semua ini pasti ada hikmah tersendiri).
Bayi itupun akhirnya diberi nama Carressa Huette yang artinya "perempuan yang lembut dan cerdas".
Setelah beberapa hari di Rumah Sakit Adalyn,akhirnya Ibu Denise pulang ke Indonesia bersama Bayi Carressa. Tetapi,bukan malah membaik,penyakit Carressa bertambah buruk. Carressa sering sesak nafas dan batuk-batuk. Untung dirumah Ibu Denise ada Tante Leona yang sudah menunggu dan bersedia menjaga Carressa dengan penuh tanggung jawab. "Denise,apakah anakmu baik-baik saja?" tanya Tante Leona pelan. "Hmm...Leona,tolong jaga rumah ini ya,s'il vous plaît..(please)" Ibu Denise yang semula bermuka cerah sekarang penuh air mata. "bien(ok),Denise!" Ibu Denise pun meninggalkan rumahnya dan pergi ke Rumah Sakit Adalyn untuk memeriksakan keadaan Carressa yang semakin parah.
Ibu Denise menemui Dr.Adelle yang memeriksa Carressa waktu lahir. "Dokter,apa yang terjadi sebenarnya dengan Carressa?dok,kumohon,beri kesempatan anakku hidup sampai besar..harapan dia masih banyak.Kumohon dok.."Kata Ibu Denise dengan penuh pengharapan.
***
Di sebuah Rumah Sakit Adalyn di Prancis,lahir seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan manis. Ibunya yang melahirkannya pun menangis terharu karena ia masih selamat dan anaknya kelihatan sehat. Sebut saja ibu Denise.Ibu Denise yang sedang memikirkan nama yang bagus untuk anaknya, tiba-tiba seorang suster datang menanyakannya , "maîtresse désolé, bébé de mère semble malaise.." yang artinya 'maaf nyonya,kelihatannya bayi ibu tidak sehat'. Ibu Denise pun terkejut dan menanyakan kembali ke suster nya,"vous mentez! rien malsaine avec mon fils?" yang artinya 'bohong kamu!apa yang tidak sehat dengan anakku?' suster yang takut dengan Ibu Denise pun memberikan bayi Ibu Denise sehabis dimandikan. Ibu Denise menyelidiki dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ternyata benar. Kaki bayi mungil itu kecil sebelah kiri. Ibu Denise menangis menjerit-jerit. Pak Cort, suami Ibu Denise sudah meninggal 3 bulan yang lalu. Seorang suster yang berbeda datang kekamarnya dan menenangkannya. "Calmez-vous, maman. nous nous efforçons tous de guérir votre fils. Tout cela doit être sa propre sagesse.." (Tenang,ibu. kami semua berusaha untuk menyembuhkan anak ibu. semua ini pasti ada hikmah tersendiri).
Bayi itupun akhirnya diberi nama Carressa Huette yang artinya "perempuan yang lembut dan cerdas".
Setelah beberapa hari di Rumah Sakit Adalyn,akhirnya Ibu Denise pulang ke Indonesia bersama Bayi Carressa. Tetapi,bukan malah membaik,penyakit Carressa bertambah buruk. Carressa sering sesak nafas dan batuk-batuk. Untung dirumah Ibu Denise ada Tante Leona yang sudah menunggu dan bersedia menjaga Carressa dengan penuh tanggung jawab. "Denise,apakah anakmu baik-baik saja?" tanya Tante Leona pelan. "Hmm...Leona,tolong jaga rumah ini ya,s'il vous plaît..(please)" Ibu Denise yang semula bermuka cerah sekarang penuh air mata. "bien(ok),Denise!" Ibu Denise pun meninggalkan rumahnya dan pergi ke Rumah Sakit Adalyn untuk memeriksakan keadaan Carressa yang semakin parah.
Ibu Denise menemui Dr.Adelle yang memeriksa Carressa waktu lahir. "Dokter,apa yang terjadi sebenarnya dengan Carressa?dok,kumohon,beri kesempatan anakku hidup sampai besar..harapan dia masih banyak.Kumohon dok.."Kata Ibu Denise dengan penuh pengharapan.
***
Tuesday, March 26, 2013
HelloKitty
Formally in Japanese, "Hello Kitty" refers to the group of related
characters, while the main character herself is known as Kitty White (キティ・ホワイト Kiti Howaito), or affectionately as Kitty-chan (キティちゃん Kiti-chan). According to the official character profile, she was born in the suburbs of London, England
on November 1. Her height is described as five apples and her weight as
three apples. She is portrayed as a bright and kind-hearted girl, very
close to her twin sister Mimmy. She is good at baking cookies and loves
Mama's homemade apple pie. She likes to collect cute things and her
favorite subjects in school are English, music and art.
Hello Kitty is portrayed surrounded by a large family who all possess the surname 'White.' Her twin sister Mimmy is described as "shy and very girly," interested in sewing and dreaming of marriage. While Hello Kitty wears a bow on her left ear, Mimmy wears hers on the right. Their Papa, George, is described as dependable, humorous but also absent-minded. Mama, Mary, is portrayed as a good cook who loves doing housework. Grandpa Anthony likes to tell stories and Grandma Margaret likes sewing. Dear Daniel is Hello Kitty's childhood friend. His character profile describes him as born in London on May 3 with the real name Daniel Starr. He travelled with his parents and was away from Hello Kitty for a long time. He is portrayed as fashionable and sensitive, good at dancing and playing the piano, with an interest in photography and dreams of being a celebrity. Charmmy Kitty is Hello Kitty's pet, a white Persian. She is described as docile, obedient and fond of shiny things. Her necklace holds the key to Hello Kitty's jewellery box. Hello Kitty also has a pet hamster named Sugar, who was a gift from Dear Daniel.
Hello Kitty is portrayed surrounded by a large family who all possess the surname 'White.' Her twin sister Mimmy is described as "shy and very girly," interested in sewing and dreaming of marriage. While Hello Kitty wears a bow on her left ear, Mimmy wears hers on the right. Their Papa, George, is described as dependable, humorous but also absent-minded. Mama, Mary, is portrayed as a good cook who loves doing housework. Grandpa Anthony likes to tell stories and Grandma Margaret likes sewing. Dear Daniel is Hello Kitty's childhood friend. His character profile describes him as born in London on May 3 with the real name Daniel Starr. He travelled with his parents and was away from Hello Kitty for a long time. He is portrayed as fashionable and sensitive, good at dancing and playing the piano, with an interest in photography and dreams of being a celebrity. Charmmy Kitty is Hello Kitty's pet, a white Persian. She is described as docile, obedient and fond of shiny things. Her necklace holds the key to Hello Kitty's jewellery box. Hello Kitty also has a pet hamster named Sugar, who was a gift from Dear Daniel.
Thursday, March 21, 2013
i am the best
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Oh my god
nuga bwado naega jom, jukgyeo ju janha, alright
duljjae ga ramyeon, i momi seo reob janha, alright
neon dwireul ttara ojiman, nan apman bogo jil juhae
niga anjeun table wireul ttwi eo danyeo I don’t care
duljjae ga ramyeon, i momi seo reob janha, alright
neon dwireul ttara ojiman, nan apman bogo jil juhae
niga anjeun table wireul ttwi eo danyeo I don’t care
geon deu rimyeon gamdang mothae, I’m hot hot hot hot fire
dwi jibeo jigi jeone jebal nuga nal jom mallyeo
dwi jibeo jigi jeone jebal nuga nal jom mallyeo
otjangeul yeoreo gajang sangkeumhan oseul geol chigo
geo ure bichin nae eogureul kkom kkomhi salpigo
jigeumeun yeodeolb shi yaksok shiganeun yeodeolb shiban
dodo han, georeum euro naseon i bam
geo ure bichin nae eogureul kkom kkomhi salpigo
jigeumeun yeodeolb shi yaksok shiganeun yeodeolb shiban
dodo han, georeum euro naseon i bam
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega bwado naega jom kkeut nae ju janha, alright
niga narado imomi bureob janha, alright
niga narado imomi bureob janha, alright
namja deureun nal dora bogo, yeoja deureun ttarahae
naega anjeun ijari reul, mae il neombwa pigonhae
seonsu incheok pomman jabneun eori beorihan Playa
neon baram bbajin tai eo cheoreom bogi johge chayeo
naega anjeun ijari reul, mae il neombwa pigonhae
seonsu incheok pomman jabneun eori beorihan Playa
neon baram bbajin tai eo cheoreom bogi johge chayeo
eotteon bigyo do nan geobuhae igeon gyeom sonhan yaegi
gachireul non hajamyeon naneun, Billion dollar baby
mwol jjom aneun saram deureun da araseo arabwa
amuna jabgo mureobwa nuga jeil jal naga?
gachireul non hajamyeon naneun, Billion dollar baby
mwol jjom aneun saram deureun da araseo arabwa
amuna jabgo mureobwa nuga jeil jal naga?
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Oh my god
I love you~2ne1
when you feel like there's no way out
love is the only way
geudae nayegeman jarhejwoyo
hangsang nayegema usojwoyo
I said ooh~ jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
ajik nan sarangi duryeowoyo
ireon naege mideum-eul jwobwayo
I said ooh jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
I LOVE YOU
I LOVE YOU
haru jongil geudae moseup jakku tteo-olla
onjongil olliji ahneun jeonhwagiman tto jyeodabwa
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui ma-eumeul ajik jal molla
neoui saengage bamen jamdo mut iruda
dalbiche geudaereul tteo-ollamyeo nae mam gubaekhaebwa
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla Look at me now
nae mameul barabwayo
ireohke aetaneunde
jigeum nal jabajwoyo
nutgi jeone eh eheheh
I LOVE YOU
I LOVE YOU
mamchuji mayo sarang nurae
matjin neol wihae bulleojulge Everyday
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
meomchuji mayo sarangui Dance
i-bameul geudaewa bonaego shipeundae
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
nae mameul barabwayo
ireokhe aetaneunde jigeum nal jabajwoyo
nutgi jeone eh eheheh
WE CAN'T GO WRONG,
BRING IT BACK
milgo danggijineun malajwoyo
uri jogeumman soljikhaejweoyo
I said ooh jiltuhage haji mayo
ooh jipchaghage haji mayo
odiseo mu-eol halkke gong-geumhaeyo
hokshi ireon naega jwichanhnayo?
I said ooh jiltuhage haji mayo
ooh jiltuhage haji mayo
I love you everyday
Don't get away
Take me away
I love you everyday
In everyway
neol saranghae
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla
I love you everyday
Don't get away
Take me away
I love you everyday
In everyway
neol saranghae
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla
love is the only way
geudae nayegeman jarhejwoyo
hangsang nayegema usojwoyo
I said ooh~ jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
ajik nan sarangi duryeowoyo
ireon naege mideum-eul jwobwayo
I said ooh jiltuhage haji mayo
Ooh jipchaghage haji mayo
I LOVE YOU
I LOVE YOU
haru jongil geudae moseup jakku tteo-olla
onjongil olliji ahneun jeonhwagiman tto jyeodabwa
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui ma-eumeul ajik jal molla
neoui saengage bamen jamdo mut iruda
dalbiche geudaereul tteo-ollamyeo nae mam gubaekhaebwa
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla Look at me now
nae mameul barabwayo
ireohke aetaneunde
jigeum nal jabajwoyo
nutgi jeone eh eheheh
I LOVE YOU
I LOVE YOU
mamchuji mayo sarang nurae
matjin neol wihae bulleojulge Everyday
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
meomchuji mayo sarangui Dance
i-bameul geudaewa bonaego shipeundae
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah
nae mameul barabwayo
ireokhe aetaneunde jigeum nal jabajwoyo
nutgi jeone eh eheheh
WE CAN'T GO WRONG,
BRING IT BACK
milgo danggijineun malajwoyo
uri jogeumman soljikhaejweoyo
I said ooh jiltuhage haji mayo
ooh jipchaghage haji mayo
odiseo mu-eol halkke gong-geumhaeyo
hokshi ireon naega jwichanhnayo?
I said ooh jiltuhage haji mayo
ooh jiltuhage haji mayo
I love you everyday
Don't get away
Take me away
I love you everyday
In everyway
neol saranghae
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla
I love you everyday
Don't get away
Take me away
I love you everyday
In everyway
neol saranghae
wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla
Subscribe to:
Posts (Atom)