Sunday, December 8, 2013

Krista Cafe

 Right Place Real Coffee
Now Open Near You, Right Place With a Real Coffee! Let's join with us:)
-Dimsum
-Cappucino
-Expresso
-Hot Chocolate
-Etc.
Every day  open on 08.00 pm until 11.00 pm
In Jl. Kalasan No.25 i

Phone : +62 31 3141 5277
            +62 822 3110 1948

              Thanks ;)

Saturday, November 9, 2013

Kasih Seorang Ayah



Di siang yang panas dan cerah, dari sanalah peristiwa ini berawal.
Seseorang keluarga yang terdiri dari ibu,ayah, dan anak sedang menempati rumah barunya. “Ahh.. indahnya rumah baru kita..” Clara,seorang anak yang masih berusia 6 tahun itu sangat gembira mempunyai rumah baru, karena rumah lama nya dekat dengan sungai. Itu membuat Clara sedikit ketakutan. Suatu hari,mereka hendak berlibur ke luar kota. Didalam mobil Clara menyanyi karena kegirangan. Ditengah perjalanan, sebuah mobil menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan mobil Clara hancur. Mereka terpaksa harus mementingkan keadaan dirinya sendiri. Ayah Clara tidak apa-apa. Clara sendiri kehilangan salah satu matanya. Sementara Ibu Clara telah meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan. Ia tertumpuk kursi mobilnya dan mobil yang menabraknya. Ayah Clara prihatin dengan Clara, terutama istrinya. Secepat mungkin Ayah Clara membawa istri dan anakna ke rumah sakit terdekat. Ia tak mempedulikan kondisi mobilnya yang telah hancur. Satu jam kemudian, Istrinya telah ditutupi kain kafan dan dibawa ke ruang jenazah. Ayah Clara mengikhlaskan semua itu. Ia yakin, bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik darinya. Disisi lain, keadaan Clara tak berubah. Keadaannya masih terbaring lemas ditempat tidur. Masih belum ada satu orang pun yang ikhlas mendonorkan salah satu matanya untuk Clara. Menyadari hal itu, ayah tercintanya dengan berani bertemu dengan dokter. “Dokter, ijinkanlah aku untuk memberi salah satu mataku untuk buah hatiku ini dokter. Hanya dialah yang kupunya sekarang.” Akhirnya, dokter pun mengijinkan. Operasi pengambilan mata berjalan lancar. Kini, ayah Clara hanya mempunyai satu mata, sedangkan Clara tercinta mempunyai dua mata. Ayah Clara mulai membuka matanya. “Dokter, bagaimana keadaan anakku, Clara?Apakah putriku sudah sadar? Bagaimana perasaan nya sekarang?” Ayah Clara terus menanyakan keadaan putrinya. Namun dokter tidak menghiraukan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akhirnya, dengan keadaan yang baru enakan, ayah Clara membawa botol infusnya dan mencari Clara. Ayah Clara mencari-cari anaknya di lantai dua, namun tidak ditemukan juga sosok anak perempuan yang rambutnya dikuncir dua itu. Ia pun mencari ke lantai tiga. Dengan bantuan suster, ia ditunjukkan kamar anak tercintanya tersebut. Kamar Clara ditemukan. Clara terlihat pucat dan sayu. Ia masih trauma dengan peristiwa kecelakaan yang menimpanya kemarin. Hati ayah Clara sudah lega karena mendapati anaknya yang sudah mulai sadar. “Ayah, aku dengar, waktu aku kecelakaan mataku hilang satu ya, Yah? Kenapa sekarang mataku lengkap Yah? Hehe.. Memangnya siapa yang melengkapi mataku? Ohya, ibu mana Yah? Kok tidak bersama ayah? Ayah terngkar dengan ibu?” Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Clara. Ayahnya tidak kuat menjawab. Ia hanya mengeluarkan air mata. Beberapa hari kemudian, Clara diperbolehkan pulang. Iakembali sekolah dan bermain dengan ceria, meski ibunya telah tiada. Namun, Clara agak malu dengan kondisi ayahnya yang buta sebelah. Seringkali ia  diejek teman-temannya karena ayahnya tak bisa melihat sempurna. Hari demi hari, Tahun demi tahun Clara telah menjadi remaja yang cantik. Sekarang ia duduk di kelas tiga SMP. Seperti biasa, ejekan “Papi Clara Buta” selalu terdengar di telinganya. Clara sangat malu. Tidak ada satu pun temannya yang iba akan dia. Lama-lama Clara mulai bosan dengan hidupnya. Suatu hari, Clara berencana untuk bunuh diri dengan menggoreskan pisau di pergelangan tangannya. Ayahnya sedang membersihkan rumah. Perasaan ayahnya mulai tidak enak. Ia segera naik ke atas dan ke balkon rumah. Ia mendapati Clara pingsan. Tak berpikir panjang, si Ayah langsung membawa Clara ke rumah sakit, dimana ia dirawat dulu. Selang beberapa jam, dokter keluar dari kamar Clara. “Pak, anak bapak kekurangan darah. Luka di pergelangan tanganya hanya berjarak dua senti dari urat nadi. Untung Clara hanya kekurangan darah.” Ayah Clara termenung. Membayankan betapa sadisnya Clara pada dirinya. Ia belum tahu semua pengorbanan ayahnya. Terkadang, Clara membanting kursi-kursi dimeja makan, memberantakkan kamar ayahnya, dan menyobek baju ayahnya. “Maaf pak, jangan melamun. Pikirkan siapa yang akan mendonorkan darah untuk anak bapak. Jangan diam saja.” Peringat dokter. “I..Iiyaaa.. Pak.. Saya yang mendonorkan.” Ayah Clara dibawa kesuatu ruangan. Kebetulan golongan darah Clara dan ayahnya sama, yaitu O. Beberapa hari kemudian, Clara mulai mebuka matanya perlahan. Yang pertama kali ia lihat ialah wajah ayahnya. Ayahnya terbaring di tempat tidur yang berada di sebelah kanan Clara. Ia heran, mengapa ia dan ayahnya berada dirumah sakit. “Suster, mengapa ayahku di sebelahku? Seingatku, aku yang membuat luka dipergelangan tanganku. Mengapa ayahku ikut-ikut? Membosankan sekali. Aku sangat bosan melihat wajah ayahku yang matanya tidak lengkap. Sekarang,ia di sebelahku. Usir saja ayahku dari ruangan ini.” Tanya Clara sedikit marah. “Nak, perlu kamu tahu, dirumah sakit inilah ayahmu bisa buta. Waktu kamu kamu kecelakaan,ibumu meninggal,Kamu kehilangan salah satu matamu. Sedangkan ayahmu tidak apa-apa. Maka dari itu, ia mendonorkan satu matanya untukmu, karena hanya kamulah yang ia punya sampai sekarang. Ia selalu menuruti perintah dan kemauanmu, meski ia tak punya cukup uang. Ia selalu memasakkan kamu, mencuci dan menyetrika baju-bajumu, ,membelikan keperluan-keperluanmu dari ujung rambut hingga ujung kaki, membangunkanmu waktu pagi meski kamu sudah remaja, membersihkan rumah, mengantar dan menjemputmu ke sekolah. Kini ia lagi yang mendonorkan darahnya untukmu agar kamu tak kekurangan darah waku kamu menggoreskan pisau ke pergelangan tanganmu.” Suster menjelaskan. Kini, Clara tahu siapa yang mendonorkan mata dan darah untuknya. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Clara pada ayahnya sewaktu Clara masih kecil terjawab sudah. Clara tak henti-hentinya menangis. Ia langsung memeluk dan mencium ayahnya, lalu membisikkan kata-kata, “Ayah, aku cinta Ayah. Aku hanya iblis di hati ayah yang hanya menjadikan Ayahku sendiri pembantuku. Maafkan perbuatan Clara Yah.” Sejak itu Clara tahu, bahwa kasih orangtua tidak ada batasnya. Clara berjanji akan selalu menyayangi ayahnya hingga ajal tiba.

Tuesday, November 5, 2013

All About Dream Waver Bakery

Come on my stand guys !
Dream Waver Bakery :-)

Day,Date : Saturday,9 November 2013 at 08.00-12.00 a.m
Place       : Mater Amabilis School (Teratai 2B Surabaya)
Kita menjual berbagai jajanan basah,minuman segar,dan berbagai pudding .
Dijamin murah,enak, &bikin ketagihan
Ga nyesel deh !!
With love,

Dream Waver Bakery

Thursday, May 9, 2013

My Life Story (fiksi) BAGIAN 1

My first story :D ini murniii dari otakku :D hope you like it yaaa...thanks for read ;)


Di sebuah Rumah Sakit Adalyn di Prancis,lahir seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan manis. Ibunya yang melahirkannya pun menangis terharu karena ia  masih selamat dan anaknya kelihatan sehat. Sebut saja ibu Denise.Ibu Denise yang sedang memikirkan nama yang bagus untuk anaknya, tiba-tiba seorang suster datang menanyakannya , "maîtresse désolé, bébé de mère semble malaise.." yang artinya 'maaf nyonya,kelihatannya bayi ibu tidak sehat'. Ibu Denise pun terkejut dan menanyakan kembali ke suster nya,"vous mentez! rien malsaine avec mon fils?" yang artinya 'bohong kamu!apa yang tidak sehat dengan anakku?' suster yang takut dengan Ibu Denise pun memberikan bayi Ibu Denise sehabis dimandikan. Ibu Denise menyelidiki dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ternyata benar. Kaki bayi mungil itu kecil sebelah kiri. Ibu Denise menangis menjerit-jerit. Pak Cort, suami Ibu Denise sudah meninggal 3 bulan yang lalu. Seorang suster yang berbeda datang kekamarnya dan menenangkannya. "Calmez-vous, maman. nous nous efforçons tous de guérir votre fils. Tout cela doit être sa propre sagesse.." (Tenang,ibu. kami semua berusaha untuk menyembuhkan anak ibu. semua ini pasti ada hikmah tersendiri).
Bayi itupun akhirnya diberi nama Carressa Huette yang artinya "perempuan yang lembut dan cerdas".
Setelah beberapa hari di Rumah Sakit Adalyn,akhirnya Ibu Denise pulang ke Indonesia bersama Bayi Carressa. Tetapi,bukan malah membaik,penyakit Carressa bertambah buruk. Carressa sering sesak nafas dan batuk-batuk. Untung dirumah Ibu Denise ada Tante Leona yang sudah menunggu dan bersedia menjaga Carressa dengan penuh tanggung jawab. "Denise,apakah anakmu baik-baik saja?" tanya Tante Leona pelan. "Hmm...Leona,tolong jaga rumah ini ya,s'il vous plaît..(please)" Ibu Denise yang semula bermuka cerah sekarang penuh air mata. "bien(ok),Denise!" Ibu Denise pun meninggalkan rumahnya dan pergi ke Rumah Sakit Adalyn untuk memeriksakan keadaan Carressa yang semakin parah.
Ibu Denise menemui Dr.Adelle yang memeriksa Carressa waktu lahir. "Dokter,apa yang terjadi sebenarnya dengan Carressa?dok,kumohon,beri kesempatan anakku hidup sampai besar..harapan dia masih banyak.Kumohon dok.."Kata Ibu Denise dengan penuh pengharapan. 
 ***



Tuesday, March 26, 2013

HelloKitty

Formally in Japanese, "Hello Kitty" refers to the group of related characters, while the main character herself is known as Kitty White (キティ・ホワイト Kiti Howaito), or affectionately as Kitty-chan (キティちゃん Kiti-chan). According to the official character profile, she was born in the suburbs of London, England on November 1. Her height is described as five apples and her weight as three apples. She is portrayed as a bright and kind-hearted girl, very close to her twin sister Mimmy. She is good at baking cookies and loves Mama's homemade apple pie. She likes to collect cute things and her favorite subjects in school are English, music and art.
Hello Kitty is portrayed surrounded by a large family who all possess the surname 'White.' Her twin sister Mimmy is described as "shy and very girly," interested in sewing and dreaming of marriage. While Hello Kitty wears a bow on her left ear, Mimmy wears hers on the right. Their Papa, George, is described as dependable, humorous but also absent-minded. Mama, Mary, is portrayed as a good cook who loves doing housework. Grandpa Anthony likes to tell stories and Grandma Margaret likes sewing. Dear Daniel is Hello Kitty's childhood friend. His character profile describes him as born in London on May 3 with the real name Daniel Starr. He travelled with his parents and was away from Hello Kitty for a long time. He is portrayed as fashionable and sensitive, good at dancing and playing the piano, with an interest in photography and dreams of being a celebrity. Charmmy Kitty is Hello Kitty's pet, a white Persian. She is described as docile, obedient and fond of shiny things. Her necklace holds the key to Hello Kitty's jewellery box. Hello Kitty also has a pet hamster named Sugar, who was a gift from Dear Daniel.

Thursday, March 21, 2013

i am the best


naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Oh my god
nuga bwado naega jom, jukgyeo ju janha, alright
duljjae ga ramyeon, i momi seo reob janha, alright
neon dwireul ttara ojiman, nan apman bogo jil juhae
niga anjeun table wireul ttwi eo danyeo I don’t care
geon deu rimyeon gamdang mothae, I’m hot hot hot hot fire
dwi jibeo jigi jeone jebal nuga nal jom mallyeo
otjangeul yeoreo gajang sangkeumhan oseul geol chigo
geo ure bichin nae eogureul kkom kkomhi salpigo
jigeumeun yeodeolb shi yaksok shiganeun yeodeolb shiban
dodo han, georeum euro naseon i bam
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega bwado naega jom kkeut nae ju janha, alright
niga narado imomi bureob janha, alright
namja deureun nal dora bogo, yeoja deureun ttarahae
naega anjeun ijari reul, mae il neombwa pigonhae
seonsu incheok pomman jabneun eori beorihan Playa
neon baram bbajin tai eo cheoreom bogi johge chayeo
eotteon bigyo do nan geobuhae igeon gyeom sonhan yaegi
gachireul non hajamyeon naneun, Billion dollar baby
mwol jjom aneun saram deureun da araseo arabwa
amuna jabgo mureobwa nuga jeil jal naga?
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
naega jeil jal naga
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
nuga? niga na boda deo jal naga? (Hey!)
No no no no!
Na na na na!
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Bam Ratatata Tatatatata
Oh my god

I love you~2ne1

when you feel like there's no way out 
love is the only way 

geudae nayegeman jarhejwoyo 
hangsang nayegema usojwoyo 
I said ooh~ jiltuhage haji mayo 
Ooh jipchaghage haji mayo 

ajik nan sarangi duryeowoyo 
ireon naege mideum-eul jwobwayo 
I said ooh jiltuhage haji mayo 
Ooh jipchaghage haji mayo 
I LOVE YOU
I LOVE YOU

haru jongil geudae moseup jakku tteo-olla 
onjongil olliji ahneun jeonhwagiman tto jyeodabwa 
wae ireon nae mameul ajik molla 
nan neoui ma-eumeul ajik jal molla 

neoui saengage bamen jamdo mut iruda 
dalbiche geudaereul tteo-ollamyeo nae mam gubaekhaebwa 
wae ireon nae mameul ajik molla 
nan neoui maeumeul ajik jal molla Look at me now 

nae mameul barabwayo 
ireohke aetaneunde 
jigeum nal jabajwoyo 
nutgi jeone eh eheheh 
I LOVE YOU 
I LOVE YOU 

mamchuji mayo sarang nurae 
matjin neol wihae bulleojulge Everyday
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah 
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah 

meomchuji mayo sarangui Dance 
i-bameul geudaewa bonaego shipeundae
 I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah 
I say yeah yeah yeah yeah yeah yeah 

nae mameul barabwayo 
ireokhe aetaneunde jigeum nal jabajwoyo 
nutgi jeone eh eheheh 

WE CAN'T GO WRONG, 
BRING IT BACK 

milgo danggijineun malajwoyo 
uri jogeumman soljikhaejweoyo 
I said ooh jiltuhage haji mayo 
ooh jipchaghage haji mayo 

odiseo mu-eol halkke gong-geumhaeyo 
hokshi ireon naega jwichanhnayo? 
I said ooh jiltuhage haji mayo 
ooh jiltuhage haji mayo 

I love you everyday 
Don't get away 
Take me away 
I love you everyday 
In everyway 
neol saranghae

wae ireon nae mameul ajik molla
nan neoui maeumeul ajik jal molla 

I love you everyday 
Don't get away 
Take me away 
I love you everyday 
In everyway 
neol saranghae

wae ireon nae mameul ajik molla 
nan neoui maeumeul ajik jal molla